Senin, 31 Oktober 2011

Bulan Bulan Pertama di Doha

Dalam Takjub bercampur canggung dengan suasana yang serba berbeda,terlalu banyak yang hendak kuceritakan. Aku bingung harus dari sisi mana dulu hendak kumulai goresan ini. karena semua nya muncul dan bersarang di benakku. Mulai dari suasana jalan raya,angkutan umum,pakaian,birokrasi,peraturan lalu lintas,kesehatan,keamanan,tempat tinggal,style,suasana alam,suasana masyarakatnya,pasarnya,harga barangnya,pemerintahnya,makanannya dan banyak lagi yang lainnya. 


Jika ku urut dari awal pendaratan ku di Padang pasir yang kaya raya ini,yang disebut juga negerinya para nabi,tempat kehidupan dan berkembangnya para Unta,tempat tumbuh suburnya pucuk Kurma,dimana orang menyebutnya dengan gurun pasir yang luas,pastinya akan berbeda jauh dengan negara asalku yang subur makmur,gemah ripah loh jenawi.


Ketika keluar dari pemeriksaan imigrasi dan bagasi,kami lansung menaiki taxi yang sudah memajang dirinya dipintu keluar airport. Tidak seperti dinegeriku,yang kita ditunggu oleh banyak sopir tanpa identitas yang jelas (taxi gelap),disini taxi harus keluar sesuai nomor antriannya. tidak ada yang berebut menggait penumpang,dan berpacu ingin duluan.Tarifnya pun sangat jelas. Sepanjang perjalanan,aku hanya sibuk mengamati suasana jalanan yang luas,tapi sama sekali tidak macet. Karena waktu itu pukul 10 pagi,waktunya orang orang menjalankan rutinitas pekerjaan. Apalagi masa itu,jumlah mobil di Qatar,belumlah sebanyak saat ini.Aku benar benar takjub,jalanan yang 4 line itu,hanya dilewati oleh beberapa mobil saja dan sudah bisa dipastikan tidak macet sama sekali.Tapi anehnya,walaupun sepi,dilampu merah mereka tetap berhenti dengan tertib. Tidak ada yang berani melewati garis batas.Belakangan baru ku ketahui,ternyata disetiap lampu merah itu sudah dipasang camera dan denda melewati lampu merah juga tidak lah murah.Sekali melewati lampu merah bayarannya 6000 QR (Enam Ribu Qatar Real)Senilai 15 Juta Rupiah. Mak..kalau dikampung uang sebanyak itu bisa buat membeli sepetak sawah yang cukup luas.Kedengarannya seram sekali. Tapi kadang kadang harus demikian,agar peraturan benar benar bisa menjadi kebiasaan.Karena tidak bisa dipungkiri,dimanapun tinggalnya,orang kebanyakan lebih sayang pada uangnya dari pada dirinya sendiri. Sehingga dia lebih ngeri jika harus membayar denda,dari pada patuh karena memang sayang jika dirinya harus celaka karena melanggar peraturan.Alhasil pemerintah Qatar ternyata lebih faham dengan sifat itu.Yang boleh melewati lampu merah hanya 3 saja,yaitu Ambulance,Pemadam kebakaran dan Polisi yang sedang bertugas.Anehnya lagi,sepanjang perjalanan,sangat jarang kulihat polisi lalu lintas. Segala peraturan seolah olah sudah terdeksi dari kantornya saja.Di beberapa ruas jalan juga sudah dipasang radar dan camera . Baik untuk memantau kecepatan,maupun kecelakaan.MasyaAllah..Canggihnya kampung orang ini..begitulah yang kufikirkan. setiap pelanggaran juga tidak ada yang dibayar di tempat dan tidak juga dengan uang cash.Semua harus dibayar dengan kartu ATM. Jika tidak punya,kita harus beli kartu khusus yang sudah mereka sediakan. Jadi tidak ada istilah damai ditempat atau damai di jalan.Peraturannya sangat jelas.Tegas,tanpa kompromi tapi juga tanpa pilih kasih.


Sesampai di apartemen,suami memperkenalkan segala macam pernak pernik mulai dari perangkat dapur yang serba listrik,mesin cuci yang bisa di stel sesuai kebutuhan,microwave yang bisa di gunakan untuk memanaskan makanan dan memasak kerupuk,sampai kamar mandi yang sudah dibilang lengkap dengan tempat berendamnya. Maklumlah..suamiku tentu faham sekali,kalau isterinya belum pernah dibelikan barang barang secanggih ini.Ndeso (kalau meminjam istilah Tukul Arwana). Maka tidak perlu heran juga ketika suami ku pulang dari tempat kerja,menemui aku sedang ngumpet dalam selimut karena keidinginan. Tetap harap maklum,aku belum terbiasa berkurung seharian dibawah hembusan AC,apalagi AC di Apartemen itu AC Central,yang otomatis dinginnya sama hingga kesudut ruangan..hmm..ndesooooo..ndeso.Ternyata Dingin alami ditanah air ku jauh lebih cocok untuk orang seperti aku..begitulah yang kufikirkan saat itu. Belum lagi kondisiku yang masih Jet lag,membuat waktu belum bisa dikendalikan dengan mataku. Perbedaan waktu 4 jam lebih lama dari Indonesia,membuat aku pukul 5 Sore sudah ngantuk berat,dan tepat jam 2 pagi sudah merasa seperti bangun pagi dan ga bisa tidur lagi. Dita juga pukul 2 pagi sudah bangun dan lansung mandi pagi.Tapi seiring dengan berjalannya waktu,kami mulai terbiasa dengan kondisi ini.


Beberapa hari tinggal diDoha,Dita mulai sekolah,Suami juga kembali bekerja. Tinggallah aku seorang diri. Teman setia hanyalah Laptop dan Televisi. Ouh..sungguh menjenuhkan ,jika tidak cepat aku ikhlaskan diri dan pupuk rasa syukur,karena sangat bertolak belakang dengan rutinitas yang kugeluti selama ini.Pukul 7 pagi,segala aktifitas yang disebut Sumur,dapur kasur,sudah tuntas ku lakoni.Tapi aku berusaha menghibur diri dengan Browsing,nonton You tube,YM an dengan saudara dan teman di Indonesia hingga aku mulai disibukkan oleh yang namanya Facebook.Apa lagi Internet melayani ku 24 jam dalam sehari.Aku makin terhibur dengan semakin banyak teman yang hadir di Facebook.Alhamdulillah..dari negeri entah berantah ini,aku justru bisa lebih bebas berkomunikasi dan mencari teman dan saudara yang sudah lama tak kujumpai. Bagaikan sebuah MLM,aku bertemu karib dan kerabat dari menemui yang satu ke yang lainnya.Ruang waktu yang cukup panjang,dikala anak dan suami menjalankan aktivitas masing masing,aku manfaatkan untuk Silaturrohiim dengan teman dan saudara melalui dunia maya dan dunia nyata untuk teman dan saudara yang satu Apartement.


Beberapa hari di Doha,aku diwajibkan mengurus resident permit. Proses nya melewati tes darah, X tray,dan pemeriksaan kesehatan lainnya.Disini sangat ketat tentang hal yang satu itu. Sedikit aja ada flex atau kelainan yang tidak sesuai standar,kita tidak akan bisa tinggal lama disini. Untuk yang kasus nya tidak parah,kita akan diwajibkan menjalani perawatan khusus di rumah sakit,dan tidak boleh beredar sesukanya hingga benar benar dinyatakan sembuh. Untuk pengobatan,ditanggung seutuhnya oleh pemerintah Qatar.Kadang,konsekwensi ini,justru dimanfaatkan oleh sebagian bangsa lain untuk berobat gratis disini. Alhamdulillah kami semua dinyatakan sehat,jadi tidak perlu deg deg an menjalani perawatan. Selesai masalah Kesehata,kita juga harus di finger print sebelum mendapatkan ID Card dan Resident Permit. Peraturan yang membatasi tempat antara pria dan wanita,membuat aku sedikit canggung dan kurang percaya diri. Maklum,ini merupakan pengalaman pertamaku,mengurus diri sendiri,tanpa didampingi suami berurusan dengan orang yang lidahnya tidak lagi berbahasa Indonesia.Dalam kegamangan,akhirnya selesai juga segala urusan yang mesti kuurus itu.Dan beberapa hari kemudian,aku bisa mengantongi yang namanya ID Card State of Qatar.Dengan 1 ID card ini,segala instansi yang ada di negara ini telah mencatat namaku dan segala yang berhubungan dengan urusan pemerintahan . Baik yang menyangkut kesehatan,perbangkan,imigrasi,dan instansi lainnya.Setiap kegiatan dan urusan yang berhubungan dengan diriku,akan dilaporkan melalui SMS on Line.Maka tidak heran,HP ku akan krang kring jika ada keluarga yang sudah memasuki airport Doha,atau keluar masuk di Abu sambra (Perbatasan Qatar dengan Saudi). Dari sini,barulah kami melaporkan diri ke KBRI,sebagai warga baru yang akan turut bergabung dan tinggal dinegeri ini.


Satu bulan pertama,kami kian kemari masih menggunakan Taxi. Disini tidak ada angkot seperti di negaraku. Yang ada cuma taxi dan Bus yang semuanya ber merk KARWA. Sesekali,kami diajak jalan jalan oleh Om ku yang kebetulan sudah lama disini sejak thn 2000. Pastinya beliau lebih faham tentang kota yang baru kudiami ini. Beliau lah yang pertama memperkenalkan tempat tempat belanja dan tempat lainnya kepada kami.Begitu juga anaknya yang juga sudah punya Lisence disini. Perlahan kami mulai mencoba keluyuran dengan taxi. Dan setelah kubolak balik buku Marhaba (buku panduan tentang Qatar),ternyata ada beberapa Bus yang melewati seputar apartement yang kudiami. Kucoba beranikan diri mengajak suami naik Bus.Awalnya suamiku ragu,karena suatu kali dia pernah naik Bus sebelum aku datang,dan isinya laki laki semua.Tapi setelah kuyakinkan,kami akhirnya mencoba juga. MasyaAllah..ternyata disini wanita benar benar jadi priority. Melihat aku naik,laki laki yang duduk di bangku depan lansung berdiri dan mempersilahkan aku duduk disana bersama suami. (kebetulan waktu itu Dita lagi sekolah,jadi kami pergi berdua saja). Pemandangan langka barangkali bagi orang orang,karena sangat jarang ada wanita yang mau naik Bus.Apa boleh buat,mau menunggu taxi,sangat jarang,kalaupun lewat sudah berisi. Aku benar benar berdo'a dan bernazar,supaya suamiku segera mendapatkan lisence,agar bisa mengendara dan kemana mana dengan mobil sendiri. Tidak harus penuh perjuangan lagi menunggu taxi dan menaiki Bus kota. Mendapatkan Lisence disini,kurasakan melebihi ujian sarjana. Sedikit saja salah,lansung dinyatakan fail,padahal bayaran nya tidaklah sedikit. mencapai 2300 QR,senilai dengan 6,5 Juta Rupiah.Setalah 2x menjalani tes,barulah suamiku lulus,dan dunia kurasakan sangat lega,rasa syukur tak henti hentinya kuucapkan.Dengar kabar dari teman,malah ada yang 7x tes belum lulus juga. Bisa dibayangkan dengan hidup di antara cuaca extrim seperti disini,jika kita tidak punya kendaraan sendiri,sementara angkutan umum pun susah ditemui.Pengalaman temanku,yang punya anak kecil kecil 3 orang,setelah 1 jam menunggu taxi,mereka mondar madir,akhirnya mereka ditanya polisi,"saya lihat anda sekeluarga sudah 1 jam berjalan,apa yang terjadi?".Begitu jeli nya para aparat disini. dia mengira teman ku itu tersesat atau tidak tau tempat tinggal.


Malang tak dapat ditolak,mujur tak dapat diraih,baru beberapa bulan tinggal di Qatar,suatu hari kami sekeluarga ikut meramaikan pertandingan bola kaki antar sesama warga Indonesia di Qatar. Disaat lagi jalan santai di pinggir lapangan,tiba tiba Si semata wayang Dita jatuh disaat main sepatu roda.Pastinya kami semua panik. Kami lansung melarikan ke rumah sakit terdekat.Sesampai di rumah sakit,aku takjub bercampur cemas. Cemas karena memikirkan kondisi Dita,tapi dibalik itu,ada rasa takjub luar biasa dengan cara pelayanan rumah sakit yang lansung menangani Dita dengan serius tanpa bertanya tentang uang satu real pun. MasyaAllah. Mereka tidak memandang aku siapa,dari mana bawa uang atau tidak dan sebagainya.Bahkan pada saat itu juga,mereka lansung memanggil dokter specialis ortopedi. Tidak menunggu lama,dokter yang dalam posisi libur,lansung datang,dan menangani sendiri serta memasang gips ke tangan Dita. Setelah selesai semua,baru mereka bertanya tentang Health Card yang waktu itu belum sempat kami urus. Tapi mereka juga tidak mempermasalahkan,dan bisa memaklumi,karena kami sangat baru disini. dengan berbekal ID Card,kami terbebas dari biaya rumah sakit,yang mana kalau di ukur dengan biaya rumah sakit sekelasnya,di negara sendiri,sudah harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah bahkan mungkin jutaan. Alhamdulillah.


Health Card disini sangat bermanfaat sekali. Dengan membayar 100 QR perorang,kita sudah dijamin berobat dari penyakit biasa hingga yang menelan dana paling tinggi,dengan fasilitas rumah sakit berkelas International.MasyaAllah..


Setelah mendapatkan Lisence,barulah kami sedikit lega dan bisa main dan jalan jalan di setiap hari libur anak dan suami. Atau kalau anaknya sekolah,kami terpaksa berkeliaran berdua saja,menelusuri sudut kota,sambil mengenal dan mencari tahu tentang kota yang kudiami ini. Google,Map,Marhaba,menjadi teman setia yang selalu kubalik dan kuintip setiap waktu,untuk mengenali banyak hal.Informasi dari teman dan saudara,juga sangat berperan penting. Yang menjadi sorotan dan berbeda dengan negeriku,di Sepanjang perjalanan tidak banyak papan iklan produk yang terpajang. Justru yang kutemui hanyalah Iklan ikan atau sayuran yang menuliskan if not fresh,don't buy atau if not safe don't do .


Kemanapun pergi,juga tidak ada pak Ogah disetiap persimpangan yang menagik gopek an,tidak juga tukang parkir . Dimanapun kita parkir,bebas asal teratur. Tapi jika salah parkir,dendanya sangat besar,mencapai 500 QR sekitar 1250 000 Rupiah. Dimanapun kita duduk menikamti keindahan kota,tidak ada pengamen dan peminta minta, Kita bisa sepuasnya menikmati pemandangan ataupun tempat tempat bersejarah seperti musium dan lainya,tanpa dipungut biaya. Disepanjang taman dan tempat umum lainnya,yang mondar mandir hanyalah farmer dan cleaning service yang selalu siap dengan alat alat nya,jika ada sampah yang berserakan.


Disini kita juga tidak akan menjumpai kaki lima,apalagi pedagang asongan. Semua toko berderet rapi,dan semuanya harus sudah mengantongi surat izin resmi baik dari departemen perdagangan,maupun dari departemen kesehatan. Untuk salon dan restoran,karyawannya harus lulus sensor dari departement kesehatan. Begitu juga dengan barang barang yang dijual,harus mengantongi sertifikat halal dan sesuai standar kesehatan. Para petugas kesehatan,berseliweran setiap hari dari toko ke toko,memeriksa barang barang dagangan. Jika ada yang melanggar seperti expired,tidak bersih,atau buka sebelum waktu yang ditetapkan,maka akan dikenakan sangsi seperti skorsing malah sampai ditutup dan tidak boleh beroperasi hingga waktu yang ditentukan.


Yang paling berbeda adalah dari segi pakaian. Para laki laki yang kutemui,kebanyakan memakai baju putih,terusan kebawah yang belakangan ku kutahui itu disebut jalabiyah,memakai destar putih yang dibalut dengan tali lingkaran putih dan bersendal agak tinggi. Umumnya kalau siang memakai kaca mata hitam ( Sun Glasses),yang tak obahnya kurasakan seperti kostum anak laki laki yang sedang perayaan khatam Al Qur'an dikampungku. Begitu juga dengan wanitanya,memakai busana hitam menjulai kelantai,dengan lilitan selendang panjang di di belitkan beberapa kali. Wanginya bukan kepalang,sudah bisa tercium dari jarak beberapa meter,dan akan tetap meninggalkan aroma wangi walau sudah beberapa menit berlalu. kalau siang juga mengenakan kaca mata hitam,yang kemudian aku peroleh penjelasan,kalau ternyata,kaca mata hitam bagi wanita disini,bukan cuma melindungi dari matahari,tapi juga menjaga pandangan dari laki laki. Karena sesuai tata cara mereka,tidak boleh melempar pandangan dengan tajam kepada laki laki,karena si laki laki akan menfsirkan lain,apa lagi kalau sampai menatap atau menantang mata laki laki yang bukan muhrimnya.


Yang membuatku semakin berdecak kagum dengan negara kecil ini,ketika kami masih menggunakan taxi sebagai alat transfortasi utama. Suatu ketika,HP suamiku tertinggal di dalam taxi,dan sudah tengah malam baru disadari. Kami coba telephone,barangkali terselip dimana. Tapi sangat mengejutkan,ternyata yang mengangkat adalah sopir taxi itu. Dia bilang,HP itu jatuh kebawah jok,dan sewaktu ada kring,dia mencarinya.Padahal taxi itu sendiri sudah turun naiki oleh banyak orang. Alhamdulillah,besok paginya,si sopir taxi mengantarkan ke Apartement tempat kami tinggal. Temanku juga pernah mengalami ketinggalan Laptop,HP BB,di taman tempat orang banyak bermain dan bersileweran,tapi setalah di cek kembali,jangankan ada yang mengambil.letaknya pun tidak ada yang berubah. Demikian juga jika selesai berbelanja,barang didalam trolly,termasuk tas kita,tidak ada yang mengusik,walau disimpan agak jauh dari kita. Subhanallah...alangkah amannya dunia,jika disetiap pelosok dunia tercipta kejujuran dan keamanan seperti ini.


Aku kesini pada awal memasuki musim dingin. Ternyata dinginnya melebihi kampung halamanku yang menurut orang orang sudah sangat dingin. Musim dingin ini berkisar antara bulan November hingga Februari dan musim panas berkisar bulan April hingga september. diantara itu,merupakan musim peralihan.Jika dingin kadang mencapai 3'C dan jika panas,juga bisa setengah mendidih,malah diatas 50'C,hujan juga kadang setahun hanya 1x,Negerinya diliputi gurun pasir yang gersang.Berbeda sekali dengan kondisi alam negeri ku yang temperaturnya stabil,hujan panas silih berganti,alamnya hijau,pemandangannya indah dengan gunung dan lembah yang berjejer penuh pesona.Tapi berkat kekayaan minyak dan gas alam yang mereka miliki,perlahan gurun yang tandus disulap menjadi bukit bukit kecil yang hijau,dan ditimpali dengan danau danau buatan yang menakjubkan. 


Diawal awal aku belanja makanan disini,harganya cukup mengagetkan,dan sedikit membuat aku berfikir setiap hendak membeli barang dan makanan. Namun logika ku mulai bicara,masalah makan aku tidak bisa toleransi,aku tidak mungkin menahan selera ku,selera anak dan suamiku,hanya karena memikirkan harga. Kutemukan suatu kesimpulan,bahwa kalau untuk makan dan nutrisi,aku harus lebih tolerans dan membebaskan jariku membuka dompet sepuasnya. Karena dimanapun aku berada,masalah makan adalah bagian dari masalah kehidupan dan kepentingan mempertahankan kehidupan. Untuk masalah belanja yang lain,apa lagi pakaian aku masih bisa menunda hingga balik ke Indonesia. Ternyata,kian hari,aku rasakan harga barang terutama dari segi makanan,kian hari disini makin berimbang,terutama bahan mentah. Kecuali makanan matang,masih jauh dengan harga di Indonesia. Alhasil,aku bertekad untuk memperioritaskan diri untuk memasak makanan sendiri,dan mengurangi membeli makanan matang. Karena itu pula,salah satu cara ku membantu suami,mencari nafkah dari dapur ku sendiri. Lumayan,dari sana aku bisa menghemat uang lebih dari separoh jika harus membeli makanan jadi.


Demikianlah sekelumit kisahku disaat memulai hidup di Doha.


Mari berkunjung ke : 
 pertama-ke-luar-negeri.html
 corniche- Wisata pantai-doha.
kisahku menggapai-baitullah.

Tak kan pernah terwujud Mawar yang indah dalam Jambangan,jika setiap memulai menanam yang diingat hanya bahaya duri nya

Setiap impian ,niat baik dan cita cita,sering kali diawali dengan rintangan dan dan ujian. Semua orang pernah punya cita cita dan bermimpi,namun hanya segelintir saja yang mencapai kesuksesan. Kebanyakan yang gagal,terlalu banyak pertimbangan,dan berfikir akibat dan resiko. Seorang pilot pesawat tidak akan pernah mengudara,jika dia hanya mengingat resiko jatuh dari ketinggian. Seorang dokter tidak akan pernah menyembuhkan orang sakit,jika selalu mempertimbangkan salah suntik atau salah operasi. Sopir tidak akan pernah memindahkan mobilnya,jika yang terfikir hanya resiko kalau menabrak orang.


Intinya,hidup harus punya tujuan dan cita cita. dan kita harus berani mencoba kearah yang lebih baik,dengan konsekwensi pertimbangan dan perhitungan yang matang. 


Jika bercita cita tapi tidak berani berbuat karena terlalu perhitungan,itu namanya hanya sebatas angan angan.


Jika bercita cita,dan kita berbuat tanpa pertimbangan,itu namanya ceroboh.


Jika bercita cita dan kita wujudkan dengan kerja keras yang di pertimbangkan dengan akal sehat dan ilmu yang memadai itulah yang disebut kesuksesan 


Pertama Ke Luar Negeri

Sebagai wanita yang dibesarkan di kampung,desa kecil yang jauh dari kota,Satu hal yang tak pernah ku bayangkan,jangankan dialam nyata,bermimpi pun aku tak berani jika suatu saat akan tinggal diluar negeri seperti sekarang ini. MasyaAllah..semua hanya atas kehendakMu ya Robb.


Walau orang tuaku tinggal dan mengais rezeki di kota metropolitan Jakarta,namun aku sendiri sejak kecil dititipkan bersama nenek dan dibesarkan dikampung halaman. Dimasa itu jangankan mobil/motor,bisa menaiki sepeda saja sudah merupakan kendaraan yang paling mahal dirasakan. Demikian juga dari segi media masa,bahagia sekali rasanya kalau sudah memiliki radio transistor atau tape rocorder. Baru di awal tahun 80 an bisa mengintip televisi tetangga,yang baru hanya hitam putih. Itu juga sekampung cuma dimiliki oleh satu sampai 3 orang saja yang di nyalakan pakai accu. Di setel juga di acara acara tertentu saja,karena takut pas acara nya bagus kekuatan tenaga accu ( Batere) nya tidak cukup lagi untuk menyuguhkan sampai acaranya selesai.


Masih tersaji manis di ingatanku,ketika kami melihat sebuah pesawat melintas diudara saat aku duduk bersama nenek. Aku sempat bilang ke nenek,"Andai saja kita bisa naik pesawat,jongkok /berdiri aja juga mau ya Nek". Yah..itu percakapan kami dulu. Alhamdulilllah tahun 2004 impian itu baru bisa terwujud,disaat aku bertekad ingin bawa nenek naik pesawat ke Jakarta,tapi sayang nenek sudah sangat tua dan bersyukur ga jadi jongkok/berdiri,hehehe.
                                                                           Inilah Nenek sang Life Supporter ku


Dengan masa silam yang begitu sederhana,bisa dibayangkan bagaimana bahagia,haru dan bersyukurnya hatiku,ketika suami diterima bekerja di luar negeri (Qatar) dengan status Family Resident).Masya Allah..Nikmat Tuhan memang semua diluar yang kita duga. Barangkali bagi sebagian orang hanyalah hal yang lumrah dan biasa biasa saja,tapi bagiku merupakan sebuah keajaiban.


Disaat 4 bulan pertama,suami berangkat lebih dulu,dan aku hanya bisa mengukur ukur jarak hanya dari Globe atau atlas yang sederhana,itupun pinjam dari buku pelajaran Dita. Karena pastinya aku masih sangat gaptek dengan yang namanya google map atau sejenisnya. Apa lagi yang disebut GPS,..ouh itu masih barang aneh dalam otak ku. Satu satunya yang paling lancar dijariku hanyalah bertukar informasi lewat SMS,karena untuk menelpon setiap saat tentunya kali kali ekonomi ku juga ga mampu menyentuh logika,apa lagi untuk jarak tempuh ke luar negeri. Syukurnya  kemudian sedikit demi sedikit,mungkin karena desakan kebutuhan dan ditopang oleh pertumbuhan kecanggihan teknologi,aku mulai sedikit meningkat  hingga aku bisa menggunakan Yahoo Messenger di warnet.Wah..senangnya bukan kepalang,bisa melihat wajah suami dan ngobrol lansung,layaknya teleconfrenc seperti yang di TV. Tapi sayang,aku juga ga bisa gunakan kapan saja aku mau. Karena terbatasnya waktu buka tutup warnet dan perbedaan waktu 4 Jam antara Indonesia dan Qatar.


Selama suami pergi,aku juga memulai mempersiapkan segala sesuatu yang dianggap perlu. Seperti Pasport,pas foto,dan lain lain.Aku ditemani adik bungsu mondar mandir ke Imigrasi. Kebetulan waktu aku mengurus pasport sedikit bermasalah,yang aku sendiri tidak tahu apa alasannya. Tiba tiba saja Pasport ku dikatakan orang imigrasi  belum selesai juga,padahal sudah 5 hari melewati jadwal yang tertera dipapan pengumuman. Dasar aku memang tidak bisa toleransi dengan yang namanya pejabat yang sedang mempersulit rakyat,aku mulai marah dan bertanya,kenapa belum selesai. Petugas depan bilang masih di kantor kepala.Aku tanya ke kantor kepala,orang sana bilang sudah turun.Perlakuan mereka membuat aku benar benar tidak bisa menahan emosi. Aku benar benar marah .Kondisi itu tidak dapat membendung mulutku berkicau bagai murai melihar padi. Suasana jadi berbalik,sekarang malah mereka yang aku buat ,kelabakan dan  buru buru mengeluarkan pasportku dan pasport anakku.Padahal aku dengar,ada peraturan lagi yang katanya pasport anak harus sehari sesudah pasport ibunya baru bisa dikeluarkan.Itu pun sampai sekarang aku belum tahu apa alasannya.Tapi ya sudahlah..yang penting urusan ku selesai sampai disitu.


5Bulan berlalu,akhirnya waktu yang ditunggu tunggu pun tiba. Entah mimpi ataupun nyata,tapi aku benar benar sudah sampai di bandara International soekarno Hatta terminal keberangkatan luar negeri.Kondisi nya ternyata banyak yang berbeda dari terminal penerbangan luar negeri. Mulai dari harus bayar viskal,pengecekan pasport,hingga suasana di sepanjang perjalanan menuju pesawat.Baru itu kali pertama aku menaiki escalator yang jalannya bukan naik turun,tapi lurus kedepan beberapa meter. Bahasa yang digunakan para awak kabin yang tidak lagi berbahasa Indonesia.Ngeri ngeri sedap..apalagi bahasa inggeris ku yang di bawah standar pas pasan,walaupun sudah belajar bahasa inggeris dan bahasa arab sejak Tsanawiyah sampai tamat kuliah,tetap saja lidahku belum cukup percaya diri untuk mengeluarkan lafad ala bule.Disamping vocab yang terlalu minim,pelajaran to be yang tidak pernah mahir di otakku juga sebagai kendala dan membuat aku menyesali diri,kenapa dulu pas pelajaran bahasa inggeris dan bahasa arab aku tidak terlalu serius.Alhasil, Aku hanya berbekal tiga bahasa yang mahir..yaitu bahasa Indonesia,bahasa Minang,dan bahasa Lintau(Bahasa kampung tempatku dibesarkan).Ya sudah lah..yang penting aku berangkat dengan suamiku yang bisa mempbuatku percaya diri.Prinsipku,TKW yang pendidikannya pas pasan aja,bisa hidup diluar negeri,kenapa aku tidak? Selanjutnya ternyata pesawat Qatar Airways itu besar sekali. Satu deret terdiri dari 10 Kursi dan satu baris 50 kursi. Jadi untuk kelas ekonomi terdiri dari 500 kursi,ditambah dengan Kursi yang VIP. Wah...besar sekali...terbangnya juga tinggi. Untungnya waktu itu penerbangannya cukup kondusif dan tidak ada goncangan sama sekali. Alhamdulillah.Pada masa itu juga,Qatar airways yang rute Doha-Jakarta,selalu singgah dulu di Singapore. Itu jugalah pertama kali aku menginjakkan kaki di negara yang terkenal dan kudengar sejak kecil itu.Walaupun dengan mata yang masih digelayuti kantuk,karena baru satu jam penerbangan dari Jakarta jam 12 malam itu,tapi aku tetap semangat,karena aku merasa benar benar di luar negeri.


Segala yang kuanggap mimpi,akhirnya benar benar ada di depan mata. Kami Landing jam 10 Pagi,di Doha International Airport. Alhamdulillah ya Allah..Allahu Akbar. Tidak ada yang tak mungkin bagiMu wahai Robbi.Segala titahMu adalah Haqqul Yakin. Sungguh semua itu karunia terindah yang takkan pernah kuterima tanpa IzinMu.Dalam kegamanagan,keharuan,dan kepasrahan...aku hanya bisa bersyukur atas segala Nikmat dari Allah swt,Robb ku yang maha perkasa,Maha Kaya dan Maha Sempurna.


Selanjutnya : bulan-bulan-pertama-di-doha.  
                   corniche- Wisata pantai-doha.
                   



Minggu, 30 Oktober 2011

Siomay



Karena ingin sekali menyajikan siomay buat si ayah pulang kerja kali ini,bunda bela belain jalan kaki ke Al Meera buat beli Pare dan kentang. Ternyata tetap kelupaan beli telor. Tapi ga papa deh..kali ini bikin siomay tanpa telor aja deh..Alhamdulillah tetap laris manis. sambil mengelus perut yang sudah mulai ndut,siayah menyantap Siomay dengan bergumam..Ayah kan harus diet nda..tapi enak..gimana dong..hoalah yah..dietnya ntar aja deh,..kalau bunda lagi ga mood di dapur..:P

Bahan yang kugunakan tetap dari bahan dasar Baso yang dimodifikasi semaunya,trus disiram dengan kuah kacang yang resepnya sudah ada di ( Bumbu kacang )http://bayti-jannaty.blogspot.com/2011/10/bumbu-kacang-kuah-kacang.html

Batagor ( Baso Tahu Goreng )



Tetap dengan Bahan dasar baso,Aku campur dengan tahu putih yang di hancurkan,trus sebagian lagi dengan cara memasukkan adonan Baso ke dalam tahu,lalu di goreng,maka tersajilah Batagor ala dapur bunda. dinikmati dengan Kuah kacang ( Resepnya lihat di Bumbu kacang )http://bayti-jannaty.blogspot.com/2011/10/bumbu-kacang-kuah-kacang.html. Alhamdulillah..sedap...tanpa diduga,ternyata dita sudah menyantap sepiring penuh Batagor Ala bunda. Enak begitu pujiannya..Hmm..terpaksa deh..bunda goreng lagi..:)

Baso / Bakwan Malang


Kangen dengan Stasiun Bulan bulan Bekasi. Jadi ingat Bakwan Malang yang dipinggir lintasan kereta itu. Dulu setiap kali turun dari kereta,sering mampir dulu disana,untuk menikmati semangkok Bakwan Malang yang nikmat. Akhirnya dengan Adonan Baso,aku sajikan sendiri untuk menimpali rasa rindu yang menggebu. Adonan Baso,aku kombinasikan dengan Tahu putih,tahu Sumedang,Kulit pangsit Mie dan Baso. Dengan disiram kuah soup,maka terwujudlah Bakwan Malang yang kuidam idamkan..Alhamdulillah...Sluurppp..Nikmaaaattthh...Maem Yuu..:D

Rumah Kita In AKIS Al Khor Qatar

Tari Saman



Bahagia bercampur bangga menyaksikan anak anak Indonesia ( Dita dan teman teman ) yang terhimpun dalam Keluarga Rumah Kita,menampilkan budaya Nusantara dalam kreasi mereka yang sangat menarik dan penuh dedikatif dan inovatif pada tanggal 20 -21 Oktober 2011 Kemaren. Alhamdulillah berkat penampilan mereka yang sangat bagus,mereka juga dipilih menjadi utusan sekolah (AL Khor International School ) untuk tampil di Doha Tribeca Film Festival pada tanggal 28 Oktober 2011.

Penampilan Rumah Kita diawali dengan nyanyi Indonesia Raya,Hujan,dan Naik kereta Api. Walau pun tinggal di negara lain,anak anak tetap dididik untuk bisa menyanyikan lagu Indonesia raya,dan lagu yang berbahasa Indonesia lainnya,agar mereka tidak mudah melupakan Bahasa dan budaya bangsanya.



Selanjutnya,penonton disambut dengan Tari Kecak yang berasal dari budaya Bali.Tari ini sekaligus menyambut dan menjadi pembuka acara Rumah Kita malam itu.



Selanjutnya acara diisi dengan Tari Saman yang terkenal energik,dinamic dan sangat kompak dan terkoordinir dengan baik. Kecepatan ,konsentrasi,dan reflex yang tinggi,sangat dibutuhkan dalam tari yang berasal dari tanah Rencong ini.




Usai Tari Saman yang Energik,Penonton disuguhi dengan Tari Kijang dengan lenggok 2 putri yang lemah gemulai. Karena sesuai dengan daerah asalnya,Tari ini muncul dari daerah yang terkenal ayu dan lembut yaitu tanah pasundan ( Jawa Barat). suasana semakin syahdu,karena Tari ini dimodivikasi oleh Keluarga rumah Kita,dengan mengkolaborasikan tari Kijang kencana dengan nyanyi "Bunda" ciptaan Melly Goeslaw.



Disamping menyanyi,keluarga Rumah Kita juga dilengkapi dengan pemain musik dan penyanyi yang tidak kalah oleh para artis ibu kota. Mereka mampu memukau penonton dengan suara yang merdu dan musik yang sudah menunjukkan kualitas yang cukup mampu dibawa ke arena International.




Tidak hanya Tarian Traditional semata,tapi Rumah Kita juga mampu mengolah Tari traditional menjadi tarian Modern yang cukup berkualitas,yang mereka namakan Urban Dance. Tari ini lahir dari kombinasi tari Traditional dan Tari modern.




Setelah Break,Penonton mulai terpukau kembali oleh sajian Tari Bamboo yang menampilkan kecakapan tangan sang pemain bambu yang seirama dengan gerak kaki sang penari. Korelasi antara sang pemain bambu dengan si penari sangat dibutuhkan,agar tidak ada yang cedra. Karena sedikit saja tidak seiring antara penari dengan pemain bambu,maka bisa berakibat fatal/cedra. Tari ini berasal dari daerah Borneo / Kalimantan.



Terakhir,kita dihibur oleh penari Tor Tor yang berasal dari Batak ( Sumatera Utara ). Biasanya,tari ini ditampilkan pada acara pernikahan,atau acara resmi dalam perhelatan kerajaan. Tapi Seiring waktu,Tari Tor tor sekarang sudah menjadi Tari disaat ritual adat,Ucapan selamat datang,tahun baru atau acara lainnya.




Sebagai Penutup Acara,Rumah Kita membaurkan semua penari dalam satu wadah Tarian,yang mereka beri nama Infusion Dance. Tari ini ditampilkan oleh semua peserta dengan sangat teratur dan tertib,walaupun terdiri dari banyak orang,banyak model busana,tapi tetap terlihat sangat menarik.



Demikianlah untaian acara yang telah disajikan oleh para generasi muda Indonesia di Al Khor Qatar yang terhimpun dalam Rumah Kita. Dengan harapan,semoga kelak,Rumah Kita ini akan berkembang lebih besar,lebih maju dan lebih pesat lagi sehingga menjadi wadah yang dapat menampung dan mengembangkan budaya bangsa,dan tempat menyalurkan bakat dan minat warga negara Indonesia yang sedang merantau kenegeri padang pasir ini.

Mari mampir juga ke : secarik-goresan-untuk-sibuah-hati
                                  kreasi-si-buah-hati.
                                              es-campur.
                                             tari-saman-by-rumah-kita-in-akis-
                                            pizza-ala-dita.

Jumat, 28 Oktober 2011

Lapis Surabaya Ala Dapur Bunda



Sudah ga asing lagi,kalau habis bikin Baso,Bunda mengoleksi banyak Kuning Telor. Setelah Direnung dan ditimbang timbang,makan terciptalah Lapis Surabaya Odong odong ala Bunda ini. Alhamdulillah..hasilnya lumayan..Teksturnya halus ,digigit juga emfuxs..hehee.


Resep


* 27 Butir Kuning telor
* 300 gr Gula pasir
* 250 gr Margarin (Lelehkan)
* 50 gr Butter (lelehkan)
* 1/2 sdt Cake emulsifier
* 1/2 sdt Vanilie
* 1/2 sdt Baking Powder
* 270 gr Terigu
* 40 gr Dark Chocolate (Lelehkan) 


Cara :


=> Kocok kuning telor dengan gula pasir dan Cake Emulsifier sampai kembang


=> Tambahkan Terigu yang sudah dicampur Baking powder dan Vanilie,aduk hingga rata.


=> Tambahkan Margarin dan butter,aduk dengan tangan hingga rata.


=> Bagi Adonan menjadi 2 Bagian


=> Siapkan Loyang ukuran 24 X 24 Cm yang telah diolesi mentega dan ditaburi tepung terlebih dahulu.


=> Masukkan sebagian Adonan kedalam loyang lalu bakar hingga matang.


=> Sisa Bahan di campur dengan Chocolate yang sudah dilelehkan hingga terlihat rata dan menyatu.


=> Bakar Adonan ke 2,Lalu Dempetkan dan gunakan selai/chocolate sesuai selera.


=> Potong 2 Cake sama besar,lalu dempetkan kembali dengan menggunakan selai/Chocolate.


Cake siap di santap..Selamat menikmati..:D

Kamis, 20 Oktober 2011

Bumbu Kacang / Kuah kacang



Alhamdulillah ada teman yang ngajari bikin Bumbu kacang. Karena anak dan suami saya sangat doyan dengan yang satu ini.Karena bisa dinikmati dengan berbagai bentuk,seperti sate ayam,sate kambing,sate sapi,siomay,batagor,cilok,kupat tahu dan lain lain. Dimakan begitu saja dengan lontong atau nasi juga sudah nikamt.
Bumbu Kacang atau Kuah kacang ini sangat bermanfaat dan serba guna. Pengolahannya sangat sederhana,tapi cocok dilidah siapa saja. 


Resep :


500 gr kacang tanah (di goreng lalu di giling halus)
7 siung bawang putih (haluskan)
50 gr Cabe merah (Haluskan)
1 Batang serai
3 Lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
150 gr gula merah
150 gr gula pasir
150 gr kecap manis
500 ml air
Garam secukupnya


Cara : Campur semua bahan,lalu masak pada api sedang,hingga air mengering,kacang terlihat tanak dan mengeluarkan minyak seperti adanya pada gambar diatas. Memasak nya memakan waktu cukup lama,karena tidak bisa dengan api besar. Tapi dengan proses memasak nya yang lama,maka kuah kacang juga bisa bertahan cukup lama.

Selasa, 18 Oktober 2011

Asam Padeh Tongkol / Tuna Macarel





Dari namanya sudah ketahuan kalau ini masakan asli dari Minang/Padang. Asam Padeh Artinya Asam pedas. Seperti namanya,rasanya juga demikian. Asam dan pedas. Kalau dinikmati dengan nasi panas,tumis kangkung atau lalapan sedapnya bukan kepalang.

Resepnya masih seputar Bawang merah,bawang putih,jahe,ketumbar,kemiri,cabe merah,serai,garam,daun kunyit dan Asam. Asamnya boleh pakai Tomat,asam kandis,asam riang ataupun nenas.
Tentang komposisinya silahkan cek (bumbu dasar dapur bunda)

Caranya.

Haluskan semua bumbu,kecuali daun dan asam. masak denga air (tidak pakai santan),bersama ikan. Tunggu hingga matang dan bumbu meresap kedalam ikan,dan rasa ikan pun menyatu dengan bumbu dan kuah.

Hidangkan bersama nasi putih,kerupuk dan sayur.





Manisan Mangga



Bagi yang salah pilih mangga,kecut,Asin,mentah..tidak perlu khawatir lagi ,dan jangan buru buru di buang.
 Kita bisa mengolahnya menjadi Manisan mangga yang super lezat. Mengolahnya juga tidak susah. Cukup mangga di kupas,dipotong potong lalu di rendam ke dalam air kapur sirih . Bagi yang suka,boleh ditambahin sedikit pewarna makanan agak lebih memikat selera. Biarkan beberapa jam hingga warna nya rata. Buang Air rendaman,lalu taburi sedikit garam dan Gula pasir sesuai standar kemanisan yang diinginkan. Iriskan Cabe merah untuk pemanis dan penajam rasa. Diamkan hingga satu malam,sampai Mangga mengeluarkan air yang sangat nikmat.

Mari mencoba,dan semoga ketagihan..

Senin, 17 Oktober 2011

Chocolate Roll Cake



Kalau lagi bikin Baso,selalu menyisakan banyak kuning telor. Akhirnya setiap kali juga kita berfikir kuning telor mau dijadikan apa? Tapi karena Dita & Ayahnya suka yang bernuansa chocolate,maka dibikinlah Chocolate Roll Cake.


Resep nya :


*) 6 butir kuning Telor
*) 5 Butir telor Utuh
*) 150 gr terigu
*) Setengah sendok teh Baking Powder
*) 0,5 sdt TBM( Cake Emulsifer)
*) 150 gr gula Pasir
*) 150 gr Margarin yang sudah dilelehkan
*) Selai Chocolate yang biasa diolesi untuk roti tawar


Cara :


=> Campur semua Bahan kecuali Margarin,aduk dengan kecepatan tinggi 5-10 menit.


=> Siapkan Loyang ukuran  36x24 cm yang sudah diolesi mentega dan ditaburi terigu.


=> Setelah adonan mengembang dan halus,tambahkan Margarin lalu aduk hingga rata.


=> Tuang kedalam cetakan,lalu panggang dengan suhu 200-230'C hingga atasnya terlihat kuning kecoklatan.


=> Siapkan Aluminium Foil ataupun kertas roti untuk menggulung


=> Angkat Cake yang sudah matang,telungkupkan ke atas kertas roti.


=> Bersihkan lapisan tipis yang melapisi cake yang berasal dari terigu dan mentega yang di olesi pada loyang.


=> Oleskan selai Chocolate dengan tipis dan merata.


=> Gulung Cake secara memanjang. Jadi bentuknya akan lebih panjang. Kalau digulung melebar,Gulungannya akan sangat besar.

Gulai Otak



Kalau berkunjung ke Restoran Minang,(Rumah makan Padang),yang satu ini susah di elakkan. Nikmatnya bukan kepalang bagi yang suka. Hanya saja,bagi penyandang gelar Hypertensi dan Kolesterol,agar lebih hati hati dan waspada. Gulai otak sarangnya pemicu penyakit yang dua itu. Kabarnya yang Asam Uratnya bermasalah juga tidak bisa melenggang tanpa pertimbangan...


Untuk Resepnya...


Gulai otak dimasak dengan bumbu dasar dapur bunda(Bagiannya Bisa dilihat di bagian bumbu dasar dapur bunda) yang terdiri dari Bawang merah,bawang putih,Jahe,kunyit,serai,ketumbar,laos,cabe,Santan daun jeruk,daun kunyit yang di iris halus.


Caranya : Otak yang segar setelah dicuci dimkukus dulu. Selanjutnya Masak santan bersama bumbu sampai mendidih,lalu masukkan Otak yg sudah dikukus hingga kuah dan Otaknya menyatu dan matang. Nikmati bersama sambal dan lalapan...hmm..Yummy..

Baso


8 Dari 10 orang Indonesia suka Baso. Baik anak kecil,orang Dewasa,maupun orang tua. Ada yang Menyantap nya bersama Bihun,mie kuning,Kuah Soup,bersama nasi,dan ada yang menolahnya lagi menjadi berbagai bentuk masakan,seperti Cap Cay,Timlo dan lain lain.

Resep :

Bahan :
=> 500 gr Daging Cincang halus Usahakan Dagingnya yang berserah halus(padat). Biasanya daging paha.
=> 100 gr Tapioka/kanji/sagu tani
=> 100 ml air dingin
=> 2 sdt garam
=> 1 sdt Baking Powder
=> 3 butir putih telor ukuran sedang
=> 0,5 sdt merica
=> 0,5 sdt Bawang putih halus yang sudah ditumis
=>  Kaldu bubuk sckp nya jika suka.

Cara:
*> Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan halus ( Kalau bisa gunakan Food Processor)

*> Hangatkan air sekitar 2 liter( tidak perlu mendidih)

*> Bulatkan bahan dengan dua sendok yang di bolak balik,atau di kepal di tangan,dan yang keluar dari kepalan,di ambil dengan sendok yang sudah di basahi,lalu cempungkan ke air yang sudah dihangatkan.

*> Lakukan yang demikian hingga adonan habis

*> Masak Dengan api sedang,hingga Baso matang sampai ke dalam.

*> Angkat lalu tiriskan.

Nikmati dengan berbagai cara sesuai selera. Untuk campuran Mie rebus atau mie goreng juga lezat.
Selamat mencoba..Semoga sukses.