Senin, 24 Maret 2014

Hari ke Lima (6 April 2013) Uludag Bursa


Pada hari kelima ini, kami harus bangun pagi pagi buta untuk berangkat ke Bursa. Menyelusup diantara dingin dan kelamnya pagi,kami sudah sampai di pelabuhan untuk naik kapal yang berangkat jam 6 pagi. Orang orang masih lelap tidur, dan Istanbul masih sangat sepi. Kami naik taxi ke pelabuhan antar kota.
Sambil menunggu kapalberangkat, kami masih sempat menyaksikan Lumba lumba yang berkecimpung di balik hawa yang masih berkabut. Demikian juga elang laut, baru saja terbangun , melambai mengipaskan sayap seolah olah sedang  berucap selamat pagi.

Tadinya kami berfikir mau sewa mobil dan nyetir sendiri ke Uludag. Tapi setelah dihitung hitung, duitnya beda bangeeet.. ga jadi deh.. mending nyambung nyambung aja.. jatuhnya jauh lebih murah. Jangan heran yee.. kan kita udah ngaku, isi kantongnya pas pasan,..hahaha



Kami berangkat menaiki kapal menuju Bursa dengan membelah laut Marmara. Dua jam di kapal yang cukup nyaman, jadi tidak begitu dirasa lama, karena momentnya juga sedang liburan. Jadi happy n enjoy saja.. Alhamdulillah.




Turun dari kapal,kami sambung dengan naik bus kurang lebih 30 menit menuju kota. Dari sana,kami sambung lagi dengan tram sekitar setengah jam untuk sampai ke pusat kota Bursa.
Diperjalanan, kita akan disuguhi oleh pemandanga kebun anggur, Tin dan Zaitun, serta perumahan yang sangat teratur, bersih dan tersusun rapi.




Setelah sampai di kota Bursa, untuk mencapai puncak uludag yang bersalju tebal itu, kita harus berjalan menanjak sekitar 700 meter melewati komplek pasar/pertokoan dan taman.



Dari sini kita akan menumpang sejenis angkot mini bus selama 1 jam hingga sampai ke Uludag.




Ketika masih 75% sebelum sampai ketujuan, kami sudah mulai berbinar melihat salju dikiri kanan jalan. Wah... Norak banget yah..maklum.. Seumur umur baru itu merasakan ketemu salju segede gunung. Jadi ga heran kalau Norak nya kambuh. hahaha
Di Uludag kita bisa menikmati Salju sepuasnya.. kalau yg bawa Sirup tinggal tuang.. gleugh..segar dah tuh..:D
Disana kita bisa main Sky, Naik Cabel Car ataupun Motor Snow.

cieee.. gaya yeee.. kita main snow sekarang...hahaha.. noraaak norak.. Biariiiin.. :D





Cabel car ini akan mengantarkan kita kepuncak tertinggi Uludag. Tapi hati hati.. naiknya 2 orang . Harus benar benar siap diposisi yang ditentukan. jangan abaikan petunjuk penjaganya. Karena Kereta ini akan terus berjalan tanpa henti dan lansung menggiring kita walaupun dalam posisi yang kurang tepat.


Jangan lupa !!! Kalau ke Uludag harus bawa bekal dari Istanbul. Karena disana ga ada makanan yang bisa kita beli, apalagi kalau sudah sampai di puncak. Kalaupun ada, harganya pasti sudah sangat mahal. Apalagi untuk yang bawa anak kecil, jangan sampai anak nya jejeritan minta makan sampai diatas.. bakal berabe deh pokok nya. Apalagi yang nyari nasi Padang.. GA bakalan ada !!! Kecuali kaya saya, bawa bekal sendiri dari Istanbul. Untung banget ada teman yang masakin nasi.. Tinggal pikul rendang yg sudah disiapkan dari Qatar deh.. Hahaha.. Ini juga pakai prinsip ekonomi dong.. Namanya juga Touris kere.. tapi Keren..wkwkwk







Pas turun,ternyata kami sudah disambut oleh rombongan Karnaval musim semi di kota Bursa. Pas banget deh.. Banyak iring iringan drumband dan busana unik yang dipakai oleh orang turkiye yang terkenal Cantik cantik. Habis itu kita juga Shalat dulu di  Ulu Cami ( Cami = Masjid ) sebelum melanjutkan perjalanan balik ke Istanbul. dari situ, kita menaiki tram menuju UNIVERSITI dan turun di EMEK. Dari Emek kita naik bus lagi menuju Pelabuhan laut dan kembali ke Istanbul dengan rute yang sama.





Sesampai di Istanbul, hari sudah malam.. kota pun sudah kelam. Namun cahaya jembatan yang menghubungkan ASIA dan EROPA sungguh menakjubkan.. Masyaa Allah..

Tulisan Terkait :
=>  Persiapan hingga Istanbul hari Pertama
=>  istanbul-hari-ke-dua-3-april-2013.html
=>  istanbul-hari-ke-tiga-4-april-2013.html
=>  istanbul-hari-ke-empat-5april-2013.html
=>  hari-ke-lima-6-april-2013-uludag-bursa.html
=>  istanbul-hari-ke-enam-7-april-2013.html
=>  istanbul-hari-7-dan-ke-8-terakhir.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar