Kamis, 26 April 2012

Cairo Hari ke VI & VII 29 & 30 Desember 2011 Rihlah Mesjid dan Shopping lanjutan


Karena Rihlah mesjid pada hari ke 3 belum selesai,makan dilanjutkan sekembali dari Sinai. Setelah rehat sejenak,merebahkan diri dan fresh kembali..hari ke 6 kami jalani dengan lebih santai. Keluar Wisma juga sudah agak siang.  
Rihlah Mesjid di mulai dari Mesjid Arrifa i dan Sultan Hasan ( Mesjid Kembar) yang kita intip dari benteng Sultan Salahuddin Al Ayyubi tempo hari.
Jika dilihat dari gambar di bawah ini,maka sebelah kanan kita adalah Mesjid Arrifa'i,dan di kiri kita adalah Mesjid Sultan Hassan.


Dadalam mesjid ini terdapat beberapa makam,diantaranya makam raja Farouq dan Makam Raja Syah Iran.
Makam di bawah ini,( Di belakang foto Para Bapak bapak),di dinding dengan kayu yang wangi sekali. Dan wanginya tidak pernah hilang walau sudah puluhan tahun .






Lampu dan kubah dengan arsitektur kuno.


Ketika beranjak ke sebelah,kita memasuki Mesjid Sultan Hasan. Mesjid ini lebih dominan di gunakan sebagai Madrasah. Di dalam nya terdapat 4 Pintu yang masing masing pintu bertuliskan 4 Mazhab,pertanda disetiap ruangan sesuai nama pintunya,disana pengglian ilmu di bahas,menyesuaikan Mazhab tersebut.
Jadi di Mesjid ini,ke 4 Mazhab dipelajari dan dibahas secara transparan tanpa ada perbedaan .

Dipintunya yang sudah mulai lusuh,dan ada yang sedikit keropos,terlihat sekali,bahwa Mesjid ini sudah sangat tua,tapi tetap menjulang menampakkkan kemegahan masa lalu nya. 
Jika hendak memasuki Mesjid ini,kita haru menggunakan penutup kepala (hijab),dan disediakan hijab bagi yang tidak membawanya.














Dari Mesjid Kembar,Rihlah dilanjutkan ke Mesjid Ibnu Thaulun (Mesjid ke dua tertua di Afrika).
Ternyata,dari Mesjid ini berawal design kubah yang menyerupai ulir yang sekarang banyak kita temui dimana mana,seperti di Fanar ( Doha) dll.








Tidak terlalu lama rihlah di Mesjid Ibnu Thaulun,kami lansung lanjut ke Kawasan Al Azhar University yang terkenal di seantero dunia itu. Di bawah ini adalah Kantor Rektorat nya,dan Mesjid Al Azhar.
Kampus Al Azhar juga berdampingan dengan Pasar Kan Khalily yang terkenal dengan tempat berburu Souvenir dan obat obatan ala tradisional mesir.
Jadi klop deh...dari Al Azhar lansung bisa shopping...tapi jangan lapar mata ya....:D
Kalau lapar perut sih ga ada masalah..karena sebelum Magrib di Mesjid Al Azhar,kita menikmati hidangan ala Mesir dulu di dekat situ..(Lupa nama resto nya). Tapi Alhamdulillah menu nya enak,sesuai lidah,sesuai kantong dan semua bisa menikmati. :D





Mesjid Al Azhar Cairo




Lorong yang menghubungkan Mesjid Al Azhar dengan pasar Kan Khalili...Seperti lorong waktu aja ya..:)


Pasar Kan Khalili...Silahkan di boroooonng...
Hati hati..tetap sesuai kan kantong..:D




Mesjid Husen Masih di sekitar Al Azhar dan Pasar Kan Khalili



Setelah kenyang,puas Shopping,cari oleh oleh ala kadarnya,..saatnya rehat di Wisma Nusantara Cairo. Sayang yang sempat di foto,hanya Wisma bagian Aquarium doang. Maklum lah..kalau sudah sampai Wisma,badan sudah minta direhatkan,apa lagi godaan bantal dan suasanan Wisma yang mendukung untuk meluruskan badan. Paginya juga setelah segar dan sarapan denga hidangan adik adik Mahasiswa yang kreatif dan cekatan,mata dan hati lansung ga sabar ingin membidik dan menelusuri kembali kota Cairo yang unik dan menuai simpatik. Serasa tak ingin ada waktu yang terlewatkan disana,kecuali menuai dan memetik kenangan.


Besoknya hari ke 7 juga tak ingin berlalu begitu saja. Tapi hari ini lebih relax,karena hanya seputar Mall dan wisata kuliner.
Setelah sarapan di Wisma dengan lahap,sebelum jum'at kami sudah beranjak ke City star sambil cuci mata. Disaat bapak bapak solat Jum'at..para wanita berkeliling mencari yang sale...hehehe..tetaaappppp..
Selesai Bapak bapak Solat Jum'at...kita isi perut dulu dengan hidangan ala Mandarin di food court nya.

Puas berkeliling di Mall,berlanjut kembali ke Ashfour menjemput segala sesuatu yang masih ingin dibeli disana. Ada yang penasaran dihari sebelumnya,diselesaikan hari ini,sebelum besoknya bertolak kembali ke Qatar.


Wisata Kuliner di Cairo diakhiri dulu malam ini dengan Mpek mpek,tekwan,Es Campur,Mie ayam,Jus Alpukat dan lain lain...Alhamdulilllah...
Semoga suatu saat bisa main lagi kesana...:)



Sebelumnya: 





Selasa, 17 April 2012

Keluh kesah , Air Mata dan senyuman

Bertahanlah untuk tidak pernah mengeluh,jika keluhan hanya akan memperdalam masalah,dan menjadikan dirimu sebagai pribadi yang lemah dan menguras semangat yang masih tersisa.

Tapi,jika airmata dapat membasuh segala luka mu,dan tangisan dapat membawamu keluar dari dilema yang ada,maka menangislah,hingga hanyut segala rasa yang menggelayut dalam aliran nadi,dan membuang nya jauh dari hati,hingga yang tersisa hanya senyum yang merona,dan ikhas dalam segala keadaan..

Rabu, 04 April 2012

Hari ke V,Laut Merah,Terusan Suez,Bukit Tursina


Perjalanan ke Sinai,kami awali dengan berangkat tengah malam dari Cairo. Kami bertolak sekitar pukul 1 dini hari,dan sebelumnya menitipkan sebagian barang dan koper di Wisma Nusantara Cairo. Sengaja memilih berangkat malam,agar sampai di Sinai pagi hari.

Disepanjang perjalanan,kami bisa tidur lelap,kecuali pak sopir..hehehe.
Ketika pagi mulai menyapa,mentari mulai mengintip mengiringi deru kenalpot,tak terasa kami sudah menyusuri tepian laut merah yang indah.

Di beberapa titik jalan,kami harus bangun karena ada pemeriksaan demi pemeriksaan,karena kami sudah mulai memasuki kawasan yang mendekati Israel dan Palestina. Alhamdulillah..pemeriksaan demi pemeriksaan kami lewati tanpa kendala yang berarti...

Lepas dari tepian laut merah,kami terus menyusuri menuju timur laut,dan tak terasa,kami juga telah tenggelam di terowongan bawah laut yang menghubungkan Asia dan Afrika di terusan Suez...Sungguh menakjubkan...MasyaAllah.

Baginilah sepanjang perjalanan yang sempat kami abadikan.Pemandangan yang dihiasi bukit bukit batur yang berjejer menghampar dan penuh warna. Gersang tapi semakin mengharukan. 




Dibawah ini adalah salah satu pos penjagaan yang kami lalui. Disini para rombongan Solat Subuh dulu,sebelum melanjutkan perjalanan.


Sebelum mendaki,kami sarapan dulu di perkampungan sekitar bukit Tursina. Kami sengaja membawa perbekalan makanan seadanya dari Cairo,agak tidak repot mencari cari makanan sampai disana.



Ini adalah Patung Samiri (Sapi Betina) yang dijadikan sembahan pada zaman dahulu,disaat nabi Musa As sedang menjemput Wahyu di Bukit Tursina seama 40 Hari.


Foto dibawah ini adalah Makam Nabi Harun As.




Saat nya mulai menaiki Bukit Tursina yang jalannya terjal dan kecil. Kami menunggangi Unta,dengan membayar 1 Unta 100 Pond kalau ga salah,sementara adik adik mahasiswa mendaki dengan berjalan kaki.

Subhanallah..Sungguh tak kan mungkin terlupakan ..karena ini merupakan pengalaman pertama menunggangi Unta sendiri,tanpa di pegangi oleh si empunya Unta. Perkiraan semula,Unta ini akan di pegang dan diawasi hingga ke atas. Namun,ketika ditanya,kenapa Untanya tidak dipegangi?? Jawaban yang punya unta hanyalah...Unta itu sudah hafal jalan ke atas..Subhanallah...Ingin rasa nya marah..tapi percuma..tetap tak digubris..hufff..Ya Sudah lah..Bismillah aja.

Tak sedikit yang mengutuk,marah dan menangis ketika melewati jalan jalan tertentu. Bagaimana tidak...Pastinya semua orang akan khawatir,jika tiba tiba si Unta salah jalan,ngambek,atau mungkin lari semaunya...Huuuhhhhh..geraaaamm..tapi mau marah sama siapa???

Foto di bawah ini,adalah beberapa contoh jalan naik yang sempat kami jepret sambil hati tetap was was...:(








Ini Adalah pemandangan sampai di atas. Disana juga terdapat beberapa warung kecil untuk sekedar menikmati secangkir teh atau kopi hangat,Mie Instan dan makanan kecil lainnya. Kami sampai diperkampungan Nabi Yahya As.



Ini pemandangan yang terlihat dari atas. Jauh dibawah sana,ada perkampungan Nabi Idris As.

Mari kita tatap kebesaran Allah Swt dengan pemandangan dibawah ini. Diatas bukit Batu yang tandus,Allah tetap memberikan kehidupan bagi hamba yang dikehendakiNya...MasyaAllah.




Ketika hendak turun,diperjalanan kami berpapasan dengan saudara kita dari Bandung. Mereka baru memulai perjalanan menuju puncak,disaat kami sudah hampir sampai kembali ke bawah.




Sebelumnya :