Rabu, 30 Maret 2016

Sebait Kenangan antara Groningen dan Germany April 2014

Tralalaaa...
Alhamdulilllah.. Akhirnya Rombongan Rempong sampai juga di Groningen Kota di Ujung Utara Negei Belanda. Setelah Seharian main Di Brussel, sampai di Goningen sudah hampir Malam. disana siang lebih lama, jadi jam 5 Sore masih terlihat teang bendeang. Kali ini kami tidak meginap di Hotel, tapi Alhamdulillah dikasih kesempatan nginap di tempat saudara, jadi sempat merasakan kenikmatan hidup ala Belanda dengan suasana yang Ala sana bengeet.. wkwkwk.. Thanks ya Wenny.. Kenangan ini takkan penah Hilang di hati..
Tuh lihat.. Suasanan nya Asyik banget kan ? Siapa sih yang ga kangen ingin mengulangnya kembali ?

Sesampai disana kami sudah ditunggu dengan menu khas racikan tuan rumah.. Hmm.. nikmat..
Suasana rumah yang nyaman membuat para rombongan sikus tidur lelap malam itu..























Besoknya Pagi pagi ,setelah mandi dan sarapan, petualangan pun mulai dilanjutkan.






Baru beberapa menit roda mobil beputar, mata liar ini tidak bisa menahan diri untuk tidak turun untuk ikut menghayati , mereguk kenikmatan pasar loak ala Holland.. hahaha.. Memang emak emak sejati yeee kitee.. xixixi





Setelah menjinjing bara antiq yang sulit disebut identitasnya, kita pun beranjak menuju Groningen Univesity..
Biasaaa,,.. Kami kan waktu itu bawa Ababil.. Alias ABG Labil yang masih menghitung hitung, melirik lirik dimana nanti mau kuliah..
Karena hari Minggu, disana sepiii banget,.. disepanjang jalan, cuma kami serombongan yang terlihat pecicilan kian kemari.. hahaha

















Cape beredar di seputaran kampus gronngen University , kami lanjut menuju Gemany. Disepanjang jalan ini lah sebuah peristiwa besar terjadi.  Waktu itu, saya dan suami ikut mobil saudara, sedangkan Dita anak saya ikut mobil yang kami sewa bersama teman. Disepanjang jalan itu kami lari dengan kecepatan 120 km / jam, sedangkan speed limit dijalan itu hanya 80. Akhirnya teman yang ikut diBelakang di stop polisi German. Sementara kami sudah duluan melaju didepan. Karena sadar teman di Mobil belakang tidak kelihatan lagi ikut dibelakang, kami curiga, mereka ketangkap Polisi. Benar saja, beberap menit kemudian, Polisi nya SMS ke HP saudara, mengatakan bahwa Mobil teman kami ada bersama mereka..
Hmmmmh.. Mari menghela nafas sejenak sodara sodaraaa.. Segala rasa dan was was bekelebat dibenak saya, dan saya yakin semua yang merasakan akan sama seperti yang saya rasakan..

Untung saja Suaminya  saudara itu mengerti bahasa german dan bisa Faham tentang pesan SMS yang dikiim Polisi Germany tersebut. Akhirnya kami putar arah mencari posisi mereka.

Daaaann.. Alhamdulillah meeka baik baik saja...
Tenyata kecepatan mobil bisa ditolerir karena kita touris... cieee.. touris nih yeee..
Tapi, satu hal penting yang membuat mereka menahan romobongan, kaena Dita yang ikut Mobil itu, Oassport nya ada di kantong ayahnya di Mobil yang lain. Ketika dipeiksa Passport, tidak sesuai dengan jumlah penumpang  yang ada di dalam mobil itu.

Jadi Penting dan Catat ya !!! Kemanapun pergi, jika berada di negara lain, jangan lupa membawa identitas diri atau Passport. !!




Tragedi Polisi baik hati dan tidak sombong serta tidak ada pungli itu pun selesai..
Kita kembali Happy menikmati sudut sudut kota yang sepi sekali karena hari libur.
Hikmahnya.. kami pun bebas ber selfie ria dimanapun kami suka. Kecuali satu hal yang mengganjal..
tulisa SALE di balik kaca, hanya bisa dinikmati dengan melambaikan tangan, karena toko toko nya pada tutup.. Ouhhh.. Syukurlah.. kata para suami kita.. hahaha

















Antara Geman dan Belanda, hanya dibatasi jembatan ini..












Baca Sebelumnya :  Disney Land Paris

                      tour-de-europe-switzerland-hari-ke-4.