Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

Jati Diri dan Kebenaran

Jika tidak di sadari,ketika sedang mencari jati diri,maka kemungkinan terbesar kita akan terperangkap di jajah oleh kepribadian orang lain dan pencarian kita akan berujung menjadi DIRI ORANG LAIN

Sebaliknya,jika kita sedang mencari kebenaran,maka tanpa kita sadari,kita akan menemukan DIRI SENDIRI dengan berkaca dan memetik hikmah dari segala yang terjadi pada pengalaman kita dan orang lain..

Selasa, 17 April 2012

Keluh kesah , Air Mata dan senyuman

Bertahanlah untuk tidak pernah mengeluh,jika keluhan hanya akan memperdalam masalah,dan menjadikan dirimu sebagai pribadi yang lemah dan menguras semangat yang masih tersisa.

Tapi,jika airmata dapat membasuh segala luka mu,dan tangisan dapat membawamu keluar dari dilema yang ada,maka menangislah,hingga hanyut segala rasa yang menggelayut dalam aliran nadi,dan membuang nya jauh dari hati,hingga yang tersisa hanya senyum yang merona,dan ikhas dalam segala keadaan..

Senin, 31 Oktober 2011

Tak kan pernah terwujud Mawar yang indah dalam Jambangan,jika setiap memulai menanam yang diingat hanya bahaya duri nya

Setiap impian ,niat baik dan cita cita,sering kali diawali dengan rintangan dan dan ujian. Semua orang pernah punya cita cita dan bermimpi,namun hanya segelintir saja yang mencapai kesuksesan. Kebanyakan yang gagal,terlalu banyak pertimbangan,dan berfikir akibat dan resiko. Seorang pilot pesawat tidak akan pernah mengudara,jika dia hanya mengingat resiko jatuh dari ketinggian. Seorang dokter tidak akan pernah menyembuhkan orang sakit,jika selalu mempertimbangkan salah suntik atau salah operasi. Sopir tidak akan pernah memindahkan mobilnya,jika yang terfikir hanya resiko kalau menabrak orang.


Intinya,hidup harus punya tujuan dan cita cita. dan kita harus berani mencoba kearah yang lebih baik,dengan konsekwensi pertimbangan dan perhitungan yang matang. 


Jika bercita cita tapi tidak berani berbuat karena terlalu perhitungan,itu namanya hanya sebatas angan angan.


Jika bercita cita,dan kita berbuat tanpa pertimbangan,itu namanya ceroboh.


Jika bercita cita dan kita wujudkan dengan kerja keras yang di pertimbangkan dengan akal sehat dan ilmu yang memadai itulah yang disebut kesuksesan 


Minggu, 28 Agustus 2011

Hidup berkecukupan belum tentu membuat kita bersyukur,Tapi Rasa syukurlah yang menjadikan hidup kita selalu Cukup

"Siapa saja yang mensyukuri nikmat Ku,maka Aku akan menambah nikmatKu,dan siapa saja yang kufur terhadap nikmatKu,maka Azab Ku sangat Pedih (QS 14 Ibrahim ayat 7)"

Tak selamanya Hidup mewah,harta berlimpah menjadikan kita merasa cukup dan hidup bahagia. Karena Bahagia bukanlah bersendi harta semata. Kekayaan jiwa,kepasrahan,rasa syukur pada sang penciptalah yang menjadi tuntunan bahagia yang seutuhnya. Kesadaran bahwa segala yang kita punya hanyalah titipan dan akan dipertanggung jawabkan,menuntun kita untuk mengerti tentang harta yang sesungguhnya. Rasa syukur atas pinjaman Allah Swt,membuat kita selalu merasa cukup,dan hidup tanpa keluh kesah. Karenanya,jangan menunggu berkecukupan dulu baru bersyukur,tapi Syukuri apa yang ada,agar hati selalu merasa Cukup.Mari kumpulkan kekayaan Jiwa menuju Allah swt,sejalan dengan kekayaan dunia,agar pencarian tak sia sia.

"Luruskan Niat,sempurnakan Ikhtiar,Pupuk rasa Syukur,..insyaAllah Bahagia selamanya..."

Kamis, 14 Juli 2011

Teman yang Baik akan Mengatakan yang seBenarnya Tentang Kita,Bukan Hanya Membenarkan apa yang Kita Katakan

Banyak diantara kita yang suka disanjung dan di puji,hingga kita terlena dengan pujian itu.Tapi sangat sedikit yang suka dikritik atau disebutkan sesuatu yang kurang pantas tentang dirinya,padahal itulah yang sangat berharga dan penting untuk dia ketahui. Termasuk teman sendiri,belum bisa disebut teman,jika tak mampu mengatakan sesuatu yang sebenarnya tentang diri kita.Hanya teman yang baik dan merasa dekat saja,yang bisa mengatakan sesuatu yang apa adanya tentang kita,bukan sekedar mampu memanjakan perasaan kita dengan selalu membenarkan apa yang kita katakan.Karena itu sifatnya temporary dan cendrung membuat kita makin terpuruk,sombong,angkuh dan lupa diri. Contoh yang paling simple,jika ada cabe menempel digigi kita,teman yang baik akan segera bilang,"ada cabe digigimu". Karena tanpa dia bilang,pastinya akan merusak penampilan kita dalam sebuah acara yang mungkin cukup besar. Tapi jika teman yang hanya mampu membenarkan kita,saat ditanya,"Bagus ga sih penampilan gue",dia hanya mampu menjawab,yah bagus banget,cakep,tanpa berani bilang ada cabe digigimu,karena khawatir akan menyinggung perasaan,sehingga lupa bahwa sikapnya akan mempermalukan temannya sendiri.

Teman yang baik biasanya :

1 .Berani berkata benar tentang apa saja walaupun kadang menyakitkan (Berani memuji dan mengkritik). Bukan hanya bisa memuji,tapi juga siap mengkritik,jika kita berada dijalan yang kurang benar.Tentunya teman yang baik akan menyampaikan dengan bijak,sehalus dan semanis mungkin,hingga tidak ada yang merasa tersakiti.

2, Tidak Egois dengan hanya ingin diperhatikan,merasa selalu benar,merasa hanya dirinya yang pantas untuk disanjung dan layak mendapat perlakuan terbaik.

3. Bisa jaga rahasia. Teman yang baik akan menampung segala bentuk keluh kesah kita,bisa diandalkan untuk berbagi rahasia,berbagi sedih,duka dan bahagia,tanpa harus dikhawatirkan rahasia kita akan terobral kemana mana.

4. Teman yang bisa hidup dalam segala suasana. Bukan hanya teman yang ikut sedih,dia akan sedih,tapi juga teman yang bisa turut bahagia disaat kita memeluk kebahagiaan. Bukan sebaliknya,"Senang melihat orang susah,susah melihat kita senang".

5. Tidak berniat  buruk,apalagi ingin menjerumuskan kita ke hal hal yang tidak baik/negatif. Sahabat yang baik,selalu senang jika melihat sahabatnya menuju kearah yang lebih baik. Dia selalu ingin berbagi kepada sahabatnya yang lain,jika menemukan sesuatu yang baik.

Rabu, 13 Juli 2011

Kebahagiaan itu bukan di Cari,tapi diCiptakan sendiri dari kePintaran Menata Hati

Banyak yang mencari Bahagia kemana mana dengan berbagai cara,sementara dia melupakan bahwa potensi bahagia itu sendiri ada didalam dirinya yang kadang lupa dia tata.Semua orang berhak bahagia dengan kapasitas dan acuan yang dia rencanakan sendiri.